Anda Pengunjung Ke
About Me
Following
Entri Populer
-
RESENSI BUKU Judul : Antologi Cerpen Festival Bulan Purnama Majapahit Trowulan 2010 Editor : Suyitno Ethexs Kurator ...
-
RESENSI BUKU "NYANYIAN LORONG GELAP" Kumpulan naskah teater Penulis : Bagus Mahayasa Cetakan pertama : Februari 2011 Te...
-
Embong Tekuk, Mojokerto - Dua hari yang lalu (9/11) di warung kopi Benpas, saat dalam diskusi ringan bersama rekan-rekan PVB Kota Mojoker...
-
Mungkin (sambil terisak-isak akibat patah hati) Anda akan menjawab mantap: "Wanita dong! Buktinya wanita selalu terlihat sembab, sedan...
-
Tak apa meski kau bilang aku Bodoh, aku suka itu Tak apa meski kau bilang aku Pengecut, aku suka itu Tak apa meski kau bilang aku Katrok, ak...
-
Muntamah, SH Staf Ortala Pemkot Mojokerto berlianaputri@yahoo.com Matahari belum tinggi, sinarnya mulai menghangatkan tubuh dan menghala...
-
Merokok Perlukah? Mohon maaf bagi yang nggak berkenan dengan artikel saya ini. Sekedar iseng aja (siapa tahu begitu baca artikel ini ...
-
1. Pertama Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. 2. Kedoea Kami ...
-
"Hanya mereka yang berani mengalami kegagalan besar yang akan meraih kesuksesan besar." (Robert F.Kennedy) Pribadi-pribadi yang ta...
-
Hmm, tempat ini menyimpan banyak kenangan manis untukku. Tak seharusnya aku berada disini. Karena hanya akan membawa rasa...
Label
- artikel (6)
- Berita (2)
- Cerpen (1)
- Jurnal Dre (9)
- Kiat Sukses (3)
- Pendidikan (2)
- Puisi (5)
- Resensi Buku (3)
Yang namanya cowok harusnya sih nggak membasahi wajahnya dengan air mata. Malu tau! Apalagi menangis kan identik sama cewek yang punya perasaan sensitif. So, kenapa juga cowok harus mengeluarkan air mata?
Biarpun bakal dicap cengeng, kaga jadi masalah. Selama menangis belum dilarang, mau nangis ya nangis aja. Mungkin itu prinsip cowok yang tiba-tiba nangis. Tapi sebenarnya, kalo seorang cowok sampe menangis, bukan karena gak ada alasannya. Banyak hal yang bikin cowok-cowok mengeluarkan air mata. Mulai dari jengkel sejadi-jadinya, berpisah dengan soulmate, sedih, sampe seneng banget. Kondisi seperti ini memang bukan Cuma kepunyaan cewek, cowok juga bisa ngalamin.
Masalahnya, cowok gampang nangis, bisa jadi kadar tertoron di tubuhnya mengalami penurunan. Soalnya, dalam kondisi normal, hormon testoron cewek emang lebih rendah dibanding cowok. Kurangnya hormon testoron juga mengakibatkan berkurangnya motivasi, kepercayaan diri, dan gampang depresi.
Rendahnya hormon ini bisa muncul dengan atau tanpa gejala. Tapi efek dari turunnya hormon testoron mengakibatkan pola tidur berubah, insomnia, rambut rontok, otot berkurang dan lemak tubuh meningkat. Lagi-lagi yah, bukan Cuma cewek yang ngalamin. Cowok juga bisa ngalamin kondisi seperti ini. Buat cowok, hormon testoron bertanggung jawab buat pengembangan organ reproduksi. Kadarnya bisa turun dengan betambahnya umur.
Dan jangan lupa juga, menangis bisa mengurangi stres, loh. Menangis adalah cara lain tubuh merespon suatu hal. Ini salah satu hal untuk bertahan hidup. Karena stres bisa ningkatin risiko serangan jantung dan kerusakan otak. Nah, dengan menangis, kita bisa mencegahnya. Menangis juga cara alami tubuh untuk mengendalikan hormon stres kartisol. So, nggak usah malu untuk mengeluarkan air mata guys! (ry@n/sumber:detikhealth.com)
Dikutip kembali dari Tabloid GAUL Edisi 45 Tahun IX 22-28 November 2010
Merokok Perlukah?
Mohon maaf bagi yang nggak berkenan dengan artikel saya ini. Sekedar iseng aja (siapa tahu begitu baca artikel ini kemudian berhenti merokok) daripada nggak ada kerjaan. Artikel ini menurutku menarik karena bersifat membangun. Tema ini aku angkat setelah dapat tugas ngetik dari Tabloid Sekolah Jurnal Maja Tamansiswa. Okey, langsung aja ke materi!
Merokok perlukah? Bukankah pada kemasan rokok sendiri sudah tertera bahwa "Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan pada janin", lalu kenapa masih saja merokok?
Bukan hanya itu saja, seingat penulis waktu masih sekolah (penulis juga pernah sekolah lho... ^^), dalam ajaran agama Islam, bahwa menyakiti diri sendiri itu hukumnya dosa dan haram. Kalo merokok itu dapat membuat kita sakit, berarti sudah jelas kita telah melakukan dosa. Lalu kenapa masih saja merokok?
Dalam hal ekonomi juga demikian. Harga rokok juga nggak murah, apalagi orang yang sudah kecanduan rokok, sehari atau bahkan dalam hitungan jam saja sudah menghabiskan rokok 1 cepet (bahasanya "cepet" apa ya?). Lha terus, habis berapa puluh ribu dalam sehari hanya untuk kebutuhan merokok yang jelas-jelas merugikan itu? Kalo untuk yang berduit sih nggak masalah. Tapi yang jadi masalah itu, 70 persen perokok adalah orang miskin. Nah, padahal cari duit juga nggak gampang. Lalu kenapa masih juga merokok?
Menurut data yang terungkap dalam workshop Jurnalis Aksesi FCTC Penguatan Komunikasi dari Ancaman Asap Rokok yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat indonesia (IAKMI) (28/5), lebih dari sepuluh orang meninggal diseluruh dunia per menit karena rokok. Artinya dalam sehari ada 14.400 orang yang meninggal karena rokok. Rokok mengandung empat ribu bahan kimiawi dan 60 diantaranya bisa menyebabkan penyakit kanker.
Bahaya merokok bukan hanya ada pada si perokok aja, tapi asap rokok juga membahayakan orang-orang disekitarnya. Karena, perokok pasif menghisap tiga kali lebih banyak kandungan dari rokok. Nah, apa nggak kasian tuh sama orang-orang disekitar? Keluarga, teman yang nggak ngrokok, ato pacar misalnya?
Kembali lagi pada kemasan rokok yang bertuliskan bahaya merokok. Peringatan bahaya merokok itu juga dari pemerintah kan? Tapi kenapa masih juga diijinkan adanya pabrik rokok ato apalah itu. Harusnya larangan merokok sama halnya dengan larangan minuman keras dan zat psikotropika lainnya.
"Kan rokok membantu perekonomian negara karena merupakan penghasilan yang sangat besar?", ada yang bilang gitu juga. Nggak tahu dah harus jawab apa kalo uda mengeluarkan jurus itu. Seolah-olah para perokok antusias dengan keadaan perekonomian negara. Haha... lucu juga.
Denger-denger nih, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengimbau lembaga penyiaran televisi dan radio agar tidak menyiarkan iklan rokok pada 31 Mei 2011. Imbauan disampaikan oleh KPI kepada asosiasi lembaga penyiaran. Nah, kalo berita yang seperti ini aku suka, nih. Dan sodara-sodara yang pada nggak suka sama rokok pasti juga turut bergembira. Tepuk tangan.... J
Satu pesan buat sodara-sodara sebangsa dan setanah air, terutama bagi anak-anak muda, jangan coba-coba merasakan menghisap rokok karena itu hanya akan merugikan diri kalian sendiri dan juga orang lain. Dan untuk yang sudah terlanjur kecanduan merokok, cobalah untuk pelan-pelan berhenti merokok. Di dunia ini nggak ada yang nggak mungkin. Kalo kalian pada niat untuk berhenti merokok, aku yakin kalian pasti bisa.
Marilah bangun kesadaran diri akan bahaya merokok.
Salam damai dan bebas asap rokok! J
10 Penyakit Mental Manusia
1. Menyalahkan orang lain
Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet? Selalu “siapa” bukan “apa” penyebabnya. Bidang kedokteran selalu mencari tahu “apa” penyebabnya bukan “siapa”.
Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain itu sama dengan sikap primitif. Kekanak-kanakan. Kenapa? Anak-anak selalu nggak mau disalahkan. Kalau ada piring jatuh, “adik tuh yang salah”.
2. Menyalahkan diri sendiri
Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. “Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat, dsb. Lha saya ini apa? Wah saya nggak bisa deh. Dia S1, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk pasti nggak bisa deh”. Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai “improper guilty feeling.”
Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.
3. Tidak punya cita-cita
Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis.
4. Mempunyai cita-cita tapi ngawur mencapainya
Biasanya dialami oleh orang yang tidak “teachable”. Cita-citanya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya seperti ini: ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi.
5. Mengambil jalan pintas
Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Tidak ada orang yang leha-leha, terus tiba-tiba jadi juara bulu tangkis. Tidak ada!
6. Terlalu santai
Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boing 737, untuk dapat take off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan Cuma 50 km/jam tentu saja tidak bisa take off, bahkan malah bisa kecelakaan.
7. Mengabaikan hal-hal kecil
Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil tidak dikerjakan. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecil. Maunya yang hebat saja. Mengabaikan hal kecil saja tidak boleh apalagi mengabaikan orang kecil.
8. Terlalu cepat menyerah
Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti ditempat yang salah repot sekali.
9. Bayang-bayang masa lalu
Kita selalu penuh memori. Apa yang kita lakukan masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit no.3
Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. “waktu” itu maju. Tidak ada jam yang jalannya terbalik, semuanya maju. Hidup itu maju.
10. Menghipnotis diri dengan kesuksesan semu
Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, tidak kemana-mana lagi. Sudah puas dengan sukses kecil tersebut.
Napoleon pernah menyatakan: “Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar”. Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. *Cr6/bs
CINTA ?? Apaan ??
CINTA. Nggak ada orang yang bisa benar-benar mendefinisikan cinta. Karena setiap orang berbeda mengartikan apa itu cinta. Mungkin bagi mereka yang beruntung akan bilang kalau cinta itu indah, cinta itu segalanya. Namun beda dengan orang yang kurang beruntung dalam cinta. Mereka akan beranggapan bahwa cinta itu menyakitkan. Deritanya tiada akhir.
Bagiku sendiri, cinta itu bisa menjadi sahabat kita. Dimana kita semua tahu seorang sahabat yang baik akan mampu memberi hal positif untuk kita agar lebih baik dalam menjalani hidup ini. Sebaliknya, cinta juga bisa menjadi musuh. Musuh yang akan selalu menghalangimu untuk meraih tujuan hidupmu.
Dulu aku hanya manusia biasa tanpa cinta dan tidak ada niat mencari cinta. Tujuanku cuma satu meraih cita-citaku setinggi mungkin. Tapi memang dasar cinta. Kelembutannya menyihir semua yang ada. Tanpa aku sadari cinta itu datang dan melekat dengan eratnya. Hingga tak mampu aku melepaskannya. Jantung berdendang. Mata berbinar riang. Senyum menebar. Hidupku berubah. Aku bisa menjadi seorang yang hebat dalam hitungan yang teramat singkat.
Namun, kehidupanku berbalik 180 derajat saat cintaku pergi meninggalkanku seorang diri. Baru kali ini aku menyadari, bahwa cintaku selama ini bertepuk sebelah tangan. Betapa hancur hidupku. Kerja tak bisa maksimal. Makan tak bernafsu. Serasa hidup segan mati tak ingin. Apalagi sudah kukatakan bertahan satu C.I.N.T.A. Lenyap sudah kebahagiaan dihati. Aku hanya bisa menangisi semua yang telah terjadi. Cinta Pertamaku yang bernasib malang. Langit berubah menjadi gelap berkelabu. Aku hanya bisa menanti sebuah keajaiban. Serupa sampan ditengah samudra menunggu sang Bidadari. Seperti itu pula aku akan setia menunggumu duhai kekasihku cinta pertamaku dan mungkin akan jadi cinta terakhirku pula.
RESENSI BUKU
Judul : Surat-Surat Orang Pulau
Penulis : Hardjono WS
Editor : Abdul Malik
Pracetak : Slamet Santoso, Dadang Ari Murtono, Saiful Bakri
Desain sampul : Amir Kiah
Perwajahan isi : Kang Madrim
ISBN : 978-979-16856-2-7
Ukuran buku : 13 X 19 cm
Tebal : viii + 156 halaman
Penerbit :
Citra Setia Universal Production
Jl.Teluk Nibung Timur IV/35
Surabaya
e-mail: iallang@yahoo.com
SINOPSIS
Seorang saksi jaman sekaligus seorang pelaku dari perjalanan sejarah bangsa, bangsa Indonesia telah memberikan sebuah catatan hariannya kepada seorang pengarang untuk ditulis dalam sebuah novel, untuk dijadikan sebagai karya sastra sekaligus bukti sejarah.
Dalam novel ini menceritakan tentang nasip warga sipil "Yuwono" harus dipaksa menjalani hidupnya di penjara, meninggalkan anak istrinya. Namun, semua itu berusaha ia ceritakan kepada anaknya "Putri" karena Yuwono merasa sangat bersalah.
Putri, anak kandungnya menyadari hal itu terlalu menyakitkan, ayahnya yang sebenarnya masih hidup, diasingkan ke Pulau Buru selama belasan tahun sebagai tahanan politik. Tak jelas salah benarnya karena tak pernah dihadapkan ke meja hijau. Hukum dan pengadilan tak pernah berbicara dalam hal ini. Sementara yang berbicara adalah kekuasaan dan kekuatan.
Peristiwa demi peristiwa yang di alami "Yuwono" ini benar-benar sungguh menyakitakan. Bagaimana ia harus dipaksa meninggalkan rumah serta istri dan anak-anaknya yang masih kecil dari penjara ke penjara, baik penjara di Pulau Jawa, Nusa Kambangan, maupun di Pulau Burung. Benarkah ia mendapatkan kebebasan setelah keluar dari penjara ke penjara saat berkumpul dengan masyarakat? Tidak, tenyata setelah Yuwono dibebaskan ia semakin merasa terasing karena oleh masyarakat dijadikan sebagai masyarakat kelas dua.
Tetapi perjuangan Yuwono tidak hanya sampai di situ, Yuwono tetap yakin bahwa semua ini adalah sebuah ujian Tuhan yang harus ia jalani. Dengan keteguhan hatinya itulah Yuwono mampu bebas dari keterasingan itu dengan karyanya.
Hardjono W.S., lahir dari pasangan R.W. Sotrisno dan Rr. Roekminiwati di Bondowoso, tanggal 11 Maret 1945 dengan nama lengkap R. Soehardjono. Ketika ayahnya sakit ia meminta izin untuk mengubah namanya dari R. Soehardjono menjadi Hardjono Wieyosoetrisno yang kemudian disingkat menjadi Hardjono W.S.
Beberapa karyanya yang dimainkan kawan-kawan senimannya, antara lain Lileo, the Kutilang Bird oleh Linda Yosephine dan Ekkes School of Ballet, Surabaya, Maret 1999; Warisan Mak Yah oleh Ludruk Karya Budaya Mojokerto dalam festival ludruk se-Jawa Timur di Gedung Utama Kompleks Balai Pemuda Surabaya.
Tiga Penghargaan telah diterimanya, masing-masing dari Lembaga Indonesia-Amerika lewat Dewan Kesenian Jakarta berupa Award khusus teater, dari Direktorat Pengembangan Kesenian dan Kebudayaan di Jakarta, dan Gubernur Jawa Timur sebagai seniman kreator tahun 2000. Naskah anak-anaknya yang berjudul Layang-layang diterbitkan oleh UNESCO dalam sebuah buku berjudul Together in dramaland bersama 14 pengarang Asia-Afrika.
Sampai sekarang masih terus menulis, menggarap teater anak-anak, mematung. Saat ini sedang menekuni program Kebun Kreatif (Bonkre) yaitu belajar mendongeng, menulis, baca puisi, drama anak-anak di Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Dan tinggal bersama istri dan putra tercinta, Marwiyah Derang dan Pramudya Sang Aru Bintang.
Telah menulis 20 judul buku antara lain Celoteh Tikus dan Merpati, Pizza dan puisi, Yok Bermain Teater Yok, Sanggarku Dermagaku, Tamu dari Jati, Apa Kabar Pak Wo? Surat-surat Orang Pulau, Titik Akhir, Garis Lengkung, Rumah di persimpangan, Wayan Aku Cinta Kamu, Dua Perempuan, Rumah di Depan Langgar, Kisah Seekor Burung Kutilang, Buku Harian Seorang Perempuan, Bulik Asih, Panglima Perang, Tanah Ganjaran , Saumi, Panggil Aku Mbak, Yant, Kereta terakhir, Teater anak atau teater untuk anak-anak kecil tentang teater. Meja dan Kursi dari pangkal batang kelapa ( Trubus Agrisarana, Surabaya 1998).
Beberapa karyanya yang telah terbit dalam antologi puisi bersama, antara lain Antologi Empat Penyair bersama Jil P. Kalaran, Sabrot D Malioboro, Abdul Qodir; Omonga Apa Wae—Kumpulan puisidan geguritan, Festival Cak Durasim, 2000; Bunga Rampai Bunga Pinggiran, Antologi Puisi Parade seni WR. Soepratman 1995; Mojokero dalam puisi, Dewan Kesenian Kota Mojokerto; Memo Putih, Antologi Puisi 14 Penyair Jawa Timur.
Alamat ; Desa Jatidukuh Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto.
Email : Jatidukuh@yahoo.com
Saiful Bakri,
Biro Sastra Dewan Kesenian Kota Mojokerto.
e-mail: ipulmojokerto@gmail.com
