Anda Pengunjung Ke
About Me
Following
Entri Populer
-
RESENSI BUKU Judul : Antologi Cerpen Festival Bulan Purnama Majapahit Trowulan 2010 Editor : Suyitno Ethexs Kurator ...
-
RESENSI BUKU "NYANYIAN LORONG GELAP" Kumpulan naskah teater Penulis : Bagus Mahayasa Cetakan pertama : Februari 2011 Te...
-
Embong Tekuk, Mojokerto - Dua hari yang lalu (9/11) di warung kopi Benpas, saat dalam diskusi ringan bersama rekan-rekan PVB Kota Mojoker...
-
Mungkin (sambil terisak-isak akibat patah hati) Anda akan menjawab mantap: "Wanita dong! Buktinya wanita selalu terlihat sembab, sedan...
-
Tak apa meski kau bilang aku Bodoh, aku suka itu Tak apa meski kau bilang aku Pengecut, aku suka itu Tak apa meski kau bilang aku Katrok, ak...
-
Muntamah, SH Staf Ortala Pemkot Mojokerto berlianaputri@yahoo.com Matahari belum tinggi, sinarnya mulai menghangatkan tubuh dan menghala...
-
Merokok Perlukah? Mohon maaf bagi yang nggak berkenan dengan artikel saya ini. Sekedar iseng aja (siapa tahu begitu baca artikel ini ...
-
1. Pertama Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. 2. Kedoea Kami ...
-
"Hanya mereka yang berani mengalami kegagalan besar yang akan meraih kesuksesan besar." (Robert F.Kennedy) Pribadi-pribadi yang ta...
-
Hmm, tempat ini menyimpan banyak kenangan manis untukku. Tak seharusnya aku berada disini. Karena hanya akan membawa rasa...
Label
- artikel (6)
- Berita (2)
- Cerpen (1)
- Jurnal Dre (9)
- Kiat Sukses (3)
- Pendidikan (2)
- Puisi (5)
- Resensi Buku (3)
Hmm, tempat ini menyimpan banyak kenangan manis untukku. Tak seharusnya aku berada disini. Karena hanya akan membawa rasa rindu yang tak menentu. Namun langkah gontai tak terarah, tak mampu mengartikan maksud hati hingga membawaku kembali ketempat ini.
Setahun silam, tempat ini adalah tempat dimana cinta pertamaku terlahir. Dan cerita cinta yang kuanggap bagai sebuah sinetron. Haha.. Lucu juga, aku teramat suka dengan sinetron. Dan mungkin tingkah lakuku sebagian besar berdasarkan semua sinetron yang pernah kulihat.
Gadis kelas sepuluh itu, entah bagaimana aku bisa lantas jatuh cinta padanya. Emm, mungkin matanya yang tajam, atau bibirnya yang tipis dan suka menari-nari dalam pengamatanku. Orangnya juga lincah. Dan aku merasa dia pantas untuk disayang.
“Mas, bisa minta tolong gak? Bikinin aku facebook dong? Please…”, sungguh aku masih ingat betapa cantik dan lembutnya. Tanpa harus memohon seperti itu juga aku pasti bantu dia. Karena selain itu memang tugasku sebagai operator warnet, bukankah aku juga tidak akan tega menolak inginnya.
Hari demi hari kulewati bersamanya. Haha… mungkin lebih tepatnya hari demi hari aku semakin bersemangat kerja. Tentu saja karena hampir tiap hari sepulang sekolah dia selalu berkunjung ke warnet tempatku bekerja. Aku semakin tahu warna dirinya. Canda tawa mulai tercipta antara kita. Sungguh aku menganggap benih-benih cinta mulai bersemi.
“Mas, gimana nih? Tugasku besok pagi harus dikumpulkan. Tapi kapan aku ngerjainnya? Sekarang aku disuruh ayah pulang. Kamu juga jauhan sih rumahnya. Coba kalo deket kan enak?” katanya saat itu dengan cemberut. Haha… dasar manja.
“Gimana ya? Atau gini aja deh, sekolah kamu kan deket banget sama rumahku. Jalan kaki gak sampai sepuluh menit juga nyampai tuh. Biar aku kerjain aja deh tugas kamu. Besok pagi aku antar ke sekolahmu. Gimana?” kataku mencoba menawarkan.
“Boleh juga sih, Mas. Tapi aku jadi ngrepotin kamu terus, Mas..”
“Halah, aku gak pernah merasa kamu repotin kok. Aku seneng-seneng aja. Beneran.”
Huh, dasar cinta memaksaku mempelajari ilmu ngegombal. Tapi saat itu memang terasa begitu indah. Namun keindahan itu begitu cepat sirna. Berubah menjadi awan hitam dalam hidupku sampai saat ini. Dia hanya menganggapku sebatas teman. HANYA SEBATAS TEMAN.
Aku pun tak sanggup berada di tempat kerjaku itu. Bayangnya selalu menghantuiku. Semakin kucoba melupakannya maka semakin terbayang dipelupuk mata. Akhirnya makan tak enak, tidur tak nyenyak, kerja tak produktif, kreatifitas lenyap. Seperti manusia dalam kondisi hidup segan mati tak mau. Terlebih bila kita sudah berkata bertahan satu C.I.N.T.A sampai mati maunya hanya dia. Aduh….!
Hingga datang masa ini, masa-masa segala niat perubahanku. Aku datang meninggalkan masa lalu. Melangkah dengan percaya diri menatap bara pendidikan yang kupercayai menjanjikan kehidupan yang lebih baik nanti.
Teman baru, pekerjaan baru, gaya baru, dan kehidupan baru tengah kurasa. Satu dua orang teman perlahan kudapat yang sehati. Keseriusan menghadapi masa depan yang kuharap cerah tengah kujalani. AKU BUKANLAH YANG DULU LAGI.
“Hello,
good evening. My name is Andry Budi. You can call me Justin. And ….”
Yah, berawal dari even malam itu. Perkenalan dalam bahasa inggris yang begitu mengesankan. Sudah kubilang aku bukanlah yang dulu lagi. Aku datang dengan segala perubahanku. Itu sugesti yang kutanamkan dalam diriku.
Kebersamaan dalam organisasi ini membawaku dalam sisi kepribadian lain. Aku jadi lebih suka melontarkan kata-kata rayuan. Kesana kemari dengan percaya diri membawa topik seputar kaum hawa. Hingga aku merasa hariku akan hampa tanpa keramain seputar kaum hawa.
Hmm, aku mulai merasa bisa meniadakan bayangan cinta pertamaku. Perlahan memang, tapi aku sungguh berharap sepenuhnya bayangnya kan sirna dimakan usia. Upz! Mungkin aku salah, bukan dimakan usia. Melainkan ada sesuatu di masa ini, yang mengendap-endap dalam hatiku. Dalam malam selalu berkabut tawa, penuh suka cita.
Ah, aku kembali terjatuh. Aku tak ingin dan aku tak hendak. Jangan pernah kau ulurkan tangan untuk menolongku. Ulurkan saja hatimu wahai Dewi Malam. Yah, aku menyebutmu Dewi Malam, karena hadirmu hanya kujumpai seusai sholat Maghrib.
Tengah berbagai cara untuk dekati dirimu. Dirimu yang mampu memberikan obat penawar racun dalam hati ini. Dan aku yakin, aku telah bisa melupakan cinta pertamaku. Namun semuanya tak sesuai harapan. Kau anggap aku hanya sebatas teman. HANYA SEBATAS TEMAN.
Dan hari-hariku kembali berfatamorgana. Bayangnya kembali hadir bersamaan dengan bayangmu yang tak menentu.
“Untuk kali ini kawan, cintaku pergi kelain hati. Obatku telah habis tak tersisa. Benih cinta pertamaku bersemi kembali dengan tawa kemenangannya. Adakah obat untuk patah hati?”
::Aku bicara tentang cinta. Bukan cinta biasa ~ Andre Lao ~
Sukses bukan soal pendidikan. Bukan soal modal atau omzet. Sukses adalah cara pandang dan keyakinan. Inilah yang membedakan antara pribadi yang siap sukses dan pribadi yang terseok-seok karena mengejar keuntungan semata. Jadi, apa rahasia sukses?
Ø Menciptakan tujuan yang SMART
a. Specific – detil : tujuan harus detil agar mudah dicapai. Meningkatkan penjualan adalah tujuan yang umum. Tujuan yang detil dijabarkan dengan meningkatkan penjualan sebesar 500 unit dalam waktu 1 minggu.
b. Measurable – Bisa diukur : menetapkan tujuan yang tidak bisa diiukur sama saja dengan melakukan pekerjaan sia-sia. Pastikan bahwa, misalkan menjual 500 unit memang bisa dilakukan dalam waktu satu minggu. Tentukan bagaimana tujuan bisa diukur.
c. Attainable – realistis : ini berhubungan dengan poin diatas. Jangan menetapkan tujuan yang terlalu tinggi tanpa tahu bagaimana memenuhinya. Berpikir dan bersikap realistis.
d. Relevant – berkaitan : tujuan yang ditetapkan harus berkaitan dengan tujuan lainnya. Menjual 500 unit tas dalam waktu 1 minggu sebelum tanggal 12 Februari 2012 adalah sebuah tujuan yang detil, bisa diukur, realistis dan mengacu pada waktu. Tapi apakah tujuan ini berkaitan jika tujuan utama adalah meningkatkan awareness, misalnya. Lakukan komunikasi antar bagian. Pastikan semua lini memiliki tujuan yang relevan.
e. Timely – mengacu pada waktu : waktu memiliki kekuatan untuk mendorong seseorang menyelesaikan tujuan. Sebuah tenggat waktu – deadline, merupakan bagian dari sebuah tujuan yang baik.
Ø Mengambil tindakan langsung
Sebagian orang berpikir dan berencana. Hanya sebatas itu. Sebagian lain, berpikir, berencana dan mengambil tindakan. Ini memang masalah keberanian. Dan sukses adalah milik pemberani. Jangan pernah menunggu sampai pikiran dan rencana menjadi sempurna. Ambil keputusan dan ambil tindakan. Hanya dengan rencana itu sebuah rencana bisa terbukti.
Ø Focus bukan hanya terlihat sibuk
Mereka yang sukses bekerja dengan focus dan produktif. Mereka tidak hanya terlihat sibuk tapi focus. Jika Anda berkata, “Saya sibuk!” apakah itu berarti Anda focus dan produktif? Belum tentu. Ubah cara pandang Anda. Bekerja dengan focus untuk produktif. Soal terlihat sibuk atau tidak biarkan orang lain yang mengatakannya pada Anda. Pernah dengar sindiran halus, “Sibuk adalah bukti kemalasan berpikir!” Dari sinilah kalimat Bekerja Cerdas Bukan Bekerja Keras berasal.
Ø Membuat keputusan logis
Jangan mengambil keputusan penting ketika Anda diliputi kemarahan atau kegembiraan. Keputusan terbaik adalah keputusan logis yang didasari informasi. Ingat, satu keputusan bisa berdampak besar.
Ø Tidak berusaha menjadi sempurna
Menjadi sempurna adalah sebuah jebakan maut. Banyak keputusan salah diambil karena keinginan untuk menjadi sempurna. Para perfeksionis selalu sulit memulai pekerjaan dan menemukan kesulitan lebih besar untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Semua hanya karena ingin kesempurnaan. Camkan, satu kesempurnaan menuntut seribu kesempurnaan. Jika Anda tidak memiliki bahkan satu kesempurnaan, mengapa menuntut sebuah kesempurnaan?
Ø Bekerja di luar zona kenyamanan
Mereka yang sukses memilih bekerja diluar zona kenyamanan. Bukan berarti bekerja di bidang yang tidak mereka sukai, tapi bekerja disebuah ruang waktu yang tidak sepenuhnya terkontrol. Kondisi ini memaksa kreatifitas, inisiatif dan kegigihan. Sebuah kondisi yang sering kali harus dilalui dengan ketidaknyamanan. Tapi sisi lain ketidaknyamanan adalah kenyamanan. Jadi, mana dulu yang harus Anda pilih?
Dari berbagai sumber
Lama nih sudah gak ngeblog J Lagi sibuk kerjaan plus kuliah. Kali ini aku ingin berbagi pendapat aja soal Menghargai Pekrjaan.
Pada masa sekarang ini mencari pekerjaan sangatlah sulit. Jangankan yang tidak lulus SMP, yang lulusan Sarjana saja masih banyak yang nganggur. Alasannya, mau kerja ini tapi gak sepadan dengan ijazahnya. Tidak heran jika banyak tindakan-tindakan bodoh yang dilakukan orang. Misalnya saja mencuri, nyopet, dll. Maka harus bersyukur orang-orang yang telah memiliki pekerjaan.
Apapun pekerjaan kita, kita harus tetap menghargainya. Karena itulah yang sudah ditetapkan oleh Sang Pencipta, yaitu Allah SWT. Misalnya saja pembantu rumah tangga. Banyak yang mencibir para pembantu, padahal tanpa mereka kita akan dibuat repot. Yang berikutnya tukang sampah. Sama saja kan? Tanpa mereka kita juga dibuat repot. Lalu kuli bangunan. Tanpa mereka gak bakal ada gedung-gedung.
Jadi, bagi yang merasa mempunyai pekerjaan yang tidak sesuai atau kurang layak menurut kita, ada baiknya tetap bersyukur. Jangan hiraukan omongan orang yang nggak penting. Bukankah kita dan mereka yang telah mapan sama-sama mencari penghidupan?
Embong Tekuk, Mojokerto - Dua hari yang lalu (9/11) di warung kopi Benpas, saat dalam diskusi ringan bersama rekan-rekan PVB Kota Mojokerto, yang sebenarnya membahas tentang dunia IT seperti biasanya. Tidak sengaja topik obrolan beralih pada "Kehidupan Wanita" sekarang ini.
Obrolan ini dipicu dari salah satu rekan yang kapan hari bisa dibilang terkena musibah. "Di putuskan oleh sang kekasih." Haha... Sebenarnya hal ini wajar-wajar saja dalam dunia percintaan. Wong yang sudah menikah saja bisa sampai cerai apalagi yang masih dalam tahap pacaran? Tapi uniknya dari kisah rekan saya ini, dia di putus lantaran menolak untuk diajak ML oleh sang cewek. Maklum, rekan saya ini menggunakan sistem pacaran secara sehat. ^_^ Sungguh saya beruntung mempunyai teman yang patut dijadikan contoh.
Dan satu hal lagi yang bikin saya tertawa geli, setelah diputus oleh sang cewek, teman saya mengeluarkan secarik kertas dan bulpoin dari dalam tas kuliahnya. Sambil kepala menengadah ke atas (sesaat kami sempat bingung dengan tingkahnya), ssst! Dia mulai menggoreskan bulpoinya sambil berkata "terakhir baju yang kubelikan seharga 170 ribu".
Tak pelak gelak tawa kami semua terdengar riuh. Ternyata dia melakukan totalan dari pengeluarannya selama berpacaran. Ini yang tidak boleh ditiru. Rasa ikhlasnya mana?
Sebenarnya apa sih yang dicari dari seorang wanita?
Sungguh saya masih bertanya-tanya. Kebanyakan wanita cantik lebih suka sama cowok yang suka tawuran, bandel, dan populer atau yang gaul. Kenapa yang suka sama cowok yang baik, dan pintar justru yang kurang menarik? Dan yang lebih uniknya lagi rata-rata cowok yang dibilang gaul tadi malah bertampang menengah kebawah dan lebih cenderung kebawah.
Mungkin ada yang bilang banyak wanita mencari pria mapan. Tapi kalau menurut saya bukan itu yang mereka cari sebenarnya. Kalau memang itu yang mereka cari, kenapa yang sudah bersuamikan orang kaya masih saja menjalin hubungan gelap dengan orang yang lebih rendah dari suaminya?
Lepas dari hal diatas. Mohon maaf, moral dari kebanyakan wanita sekarang ini kurang baik. Contohnya saja pada persoalan yang dihadapi teman saya diatas. Mereka menganggap bahwa pacaran selalu dibumbui dengan hal-hal erotis. Padahal jelas-jelas itu melanggar norma agama, terutama agama yang saya anut yaitu Islam. Kenapa nggak secara sehat saja? Di rumah saja atau sekedar jalan-jalan tanpa aktivitas mojok ditempat-tempat gelap dan sepi. Saya rasa semua itu juga demi kebaikan bersama. Ya si cowok ya si cewek maupun dari kedua pihak keluarga mereka. Setan kan ada dimana-mana. Dan penyesalan datangnya selalu belakangan. Lebih baik kita menjalani masa remaja atau pacaran ini secara sehat agar tidak menimbulkan masalah-masalah yang tidak kita inginkan nanti. Lao
Malam yang cukup dingin untuk hari ini, Jumat 14 Oktober 2011, berada di dalam sebuah forum diskusi para mahasiswa PENS-ITS PVB Kota Mojokerto. Terdengar sayup-sayup ketika Bapak Ali Basyah, ST., memberikan pengetahuan tentang Representasi Penyimpanan Data pada komputer. Bukan karena suara beliau yang pelan atau kurang jelas, tapi karena badan ini sudah mulai merasa payah, ditambah lagi dengan perut kekenyangan dan suasana dingin yang cocok sekali sebagai penghantar tidur. Bayangkan saja dari pagi sampai sore kerja, lalu malamnya harus mengikuti mata kuliah. “Bagaimana tidak capek?”
Bapak Ali Basyah, ST. Ini menurutku orangnya condong ke dunia usaha. Beliau selalu membumbui materi yang dibawakan dengan perkembangan dunia usaha. Contohnya pada malam ini mata kuliah yang disampaikannya mengenai Pengenalan Komputer dan Perangkat Lunak serta representasi Penyimpanan Data pada Komputer. Tentu tidak akan ketinggalan pandangannya tentang kemajuan dan perkembangan dunia usaha terutama untuk Indonesia.
“Kenapa kita sampai kalah dengan Singapura? Kenapa kita mau kalah dengan Malaysia?” demikian kalimat-kalimat Bapak Ali Basyah, ST. yang saya ingat. “Padahal orang-orang mereka itu banyak yang berasal dari Indonesia.” Sambungnya.
Kalau menurut saya mungkin karena pengaruh gaji yang diberikan oleh negara-negara tetangga pada saudara kita. Siapa sih yang tidak ngiler diiming-imingi segudang uang? Tapi kalau dipikir-pikir lagi, Indonesia pastinya tidak akan pelit untuk menghargai ilmu yang dimiliki warganya sendiri. Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan saudara-saudara kita yang memiliki kelebihan ilmu pengetahuan lebih memilih memajukan negeri orang dibanding negeri sendiri?
Selepas dari hal tersebut diatas, saya merasa beruntung bisa berada diantara para penghuni PENS-ITS PVB Kota Mojokerto ini. Jika sebelumnya saya merasa besar dengan nama yang cukup terkenal di kampung halaman, “Siapa sih yang nggak kenal dengan Andre Lao?”, mungkin demikian kebanggaan saya, namun setelah berada di tengah-tengah orang yang berwawasan tinggi seperti beliau, saya jadi merasa bodoh.
Seperti apa kata Pak Ali Basyah, ST., ”Orang belajar itu jadi tambah bodoh.” Karena kita akan semakin tahu masih banyak hal di luar sana yang belum kita ketahui.
