Anda Pengunjung Ke

About Me

Following

Entri Populer

Label

Minggu, 05 Februari 2012
Oleh Heni Purwanti, Pati 59155
Sumber : Story Teenlit Magazine Edisi 30 / Th.III / 25 Januari 2012 - 24 Februari 2012


Kasih....
Apa kau tahu perasaan ini?
Perasaan yang selalu mengganggu pikiranku
Perasaan tentang kamu
Perasaan yang hanya aku rasa
Setiap detik, setiap menit
Bayangmu selalu menghantui hari-hariku
Setiap desiran aliran darahku
Setiap helaian nafas ini kau selalu datang
kau penuhi semua isi otakku
Perasaan ini tak dapat berpaling darimu
Tak akan, tak akan bisa hilang meski tak kau balas
Biarkan rasa ini tumbuh dan berkembang di hatiku
Meski tak ada siraman air cinta darimu
Jumat, 03 Februari 2012

Lama nih sudah gak ngeblog J Lagi sibuk kerjaan plus kuliah. Kali ini aku ingin berbagi pendapat aja soal Menghargai Pekrjaan.

Pada masa sekarang ini mencari pekerjaan sangatlah sulit. Jangankan yang tidak lulus SMP, yang lulusan Sarjana saja masih banyak yang nganggur. Alasannya, mau kerja ini tapi gak sepadan dengan ijazahnya. Tidak heran jika banyak tindakan-tindakan bodoh yang dilakukan orang. Misalnya saja mencuri, nyopet, dll. Maka harus bersyukur orang-orang yang telah memiliki pekerjaan.

Apapun pekerjaan kita, kita harus tetap menghargainya. Karena itulah yang sudah ditetapkan oleh Sang Pencipta, yaitu Allah SWT. Misalnya saja pembantu rumah tangga. Banyak yang mencibir para pembantu, padahal tanpa mereka kita akan dibuat repot. Yang berikutnya tukang sampah. Sama saja kan? Tanpa mereka kita juga dibuat repot. Lalu kuli bangunan. Tanpa mereka gak bakal ada gedung-gedung.

Jadi, bagi yang merasa mempunyai pekerjaan yang tidak sesuai atau kurang layak menurut kita, ada baiknya tetap bersyukur. Jangan hiraukan omongan orang yang nggak penting. Bukankah kita dan mereka yang telah mapan sama-sama mencari penghidupan?

Jumat, 11 November 2011

Embong Tekuk, Mojokerto - Dua hari yang lalu (9/11) di warung kopi Benpas, saat dalam diskusi ringan bersama rekan-rekan PVB Kota Mojokerto, yang sebenarnya membahas tentang dunia IT seperti biasanya. Tidak sengaja topik obrolan beralih pada "Kehidupan Wanita" sekarang ini.

Obrolan ini dipicu dari salah satu rekan yang kapan hari bisa dibilang terkena musibah. "Di putuskan oleh sang kekasih." Haha... Sebenarnya hal ini wajar-wajar saja dalam dunia percintaan. Wong yang sudah menikah saja bisa sampai cerai apalagi yang masih dalam tahap pacaran? Tapi uniknya dari kisah rekan saya ini, dia di putus lantaran menolak untuk diajak ML oleh sang cewek. Maklum, rekan saya ini menggunakan sistem pacaran secara sehat. ^_^ Sungguh saya beruntung mempunyai teman yang patut dijadikan contoh.

Dan satu hal lagi yang bikin saya tertawa geli, setelah diputus oleh sang cewek, teman saya mengeluarkan secarik kertas dan bulpoin dari dalam tas kuliahnya. Sambil kepala menengadah ke atas (sesaat kami sempat bingung dengan tingkahnya), ssst! Dia mulai menggoreskan bulpoinya sambil berkata "terakhir baju yang kubelikan seharga 170 ribu".

Tak pelak gelak tawa kami semua terdengar riuh. Ternyata dia melakukan totalan dari pengeluarannya selama berpacaran. Ini yang tidak boleh ditiru. Rasa ikhlasnya mana?

Sebenarnya apa sih yang dicari dari seorang wanita?

Sungguh saya masih bertanya-tanya. Kebanyakan wanita cantik lebih suka sama cowok yang suka tawuran, bandel, dan populer atau yang gaul. Kenapa yang suka sama cowok yang baik, dan pintar justru yang kurang menarik? Dan yang lebih uniknya lagi rata-rata cowok yang dibilang gaul tadi malah bertampang menengah kebawah dan lebih cenderung kebawah.

Mungkin ada yang bilang banyak wanita mencari pria mapan. Tapi kalau menurut saya bukan itu yang mereka cari sebenarnya. Kalau memang itu yang mereka cari, kenapa yang sudah bersuamikan orang kaya masih saja menjalin hubungan gelap dengan orang yang lebih rendah dari suaminya?

Lepas dari hal diatas. Mohon maaf, moral dari kebanyakan wanita sekarang ini kurang baik. Contohnya saja pada persoalan yang dihadapi teman saya diatas. Mereka menganggap bahwa pacaran selalu dibumbui dengan hal-hal erotis. Padahal jelas-jelas itu melanggar norma agama, terutama agama yang saya anut yaitu Islam. Kenapa nggak secara sehat saja? Di rumah saja atau sekedar jalan-jalan tanpa aktivitas mojok ditempat-tempat gelap dan sepi. Saya rasa semua itu juga demi kebaikan bersama. Ya si cowok ya si cewek maupun dari kedua pihak keluarga mereka. Setan kan ada dimana-mana. Dan penyesalan datangnya selalu belakangan. Lebih baik kita menjalani masa remaja atau pacaran ini secara sehat agar tidak menimbulkan masalah-masalah yang tidak kita inginkan nanti. Lao

Jumat, 28 Oktober 2011


1. Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

2. Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

3. Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Tanggal 28 Oktober 2011 bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-83. Setidaknya naskah yang ditulis Moh.Yamin seperti diatas yang telah dibacakan delapan puluh tiga tahun silam. Lalu apa makna dari naskah tersebut?

Sumpah pemuda menunjukkan sebuah kesamaan keinginan rakyat Indonesia untuk merdeka. Entah itu yang ada di Jawa, yang ada di Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, semua warga atau rakyat Indonesia pada saat itu menginginkan suatu kemerdekaan dari penjajah.

"Bangsa dan Republik ini adalah hasil jerih payah perjuangan masyarakat daerah yang saat itu memiliki kesamaan nasib, kesamaan sejarah, dan kesamaan cita-cita untuk hidup bersatu," tegas Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman, Kamis (27/10/2011), pada Seminar Nasional DPD RI dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda dengan tema: “Keberagaman, Kemajemukan, dan Perjuangan Daerah”.

Namun bagaimana tanggapan para generasi muda saat ini soal Sumpah Pemuda? Jangankan memahami maknanya, menghafal naskahnya pun tak mau. Bukan tidak bisa atau lupa tapi tidak mau. Padahal mulai dari Sekolah Dasar sudah diajarkan dan diberikan pengetahuan tentang sejarah-sejarah bangsa Indonesia termasuk Sumpah Pemuda. Tapi sepertinya semua itu tidak berefek pada generasi muda saat ini.

Contohnya saja naskah Pancasila. Untuk para siswa, naskah ini selalu dibacakan setiap upacara hari Senin di sekolah. Namun tidak sedikit yang hafal dengan isinya. Entah apa penyebabnya bisa demikian tragis.

Hal lain antara Sumpah Pemuda dengan Generasi Muda saat ini adalah banyaknya aksi tawuran antar pelajar dan mahasiswa. Dikit-dikit diselesaikan dengan tawuran. Apa maksudnya? Mereka mengaku sebagai mahasiswa, tapi sama sekali tidak menunjukkan sifat seorang yang berpendidikan. Seharusnya semua masalah itu dapat dirundingkan atau dicari jalan keluarnya tanpa harus melakukan tawuran. Kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah tapi malah akan mendatangkan masalah baru.

Contoh lagi, kalau sudah menyangkut hubungan antara Indonesia dengan Malaysia, waah... Kumpulkan masa ajak demo di kantor-kantor pemerintahan. Mereka yang demikian hanya melihat suatu masalah dari satu sisi saja. Kita yang diluar pemerintahan ini tak tahu banyak bagaimana sudut pandang orang dalam (pemerintah).

Untuk itu, para generasi muda diharapkan dapat mempertahankan isi dari Sumpah Pemuda dan arti perjuangan para pahlawan Indonesia agar bangsa ini tidak mudah dipecah belah oleh bangsa lain. Semoga kita semua rakyat Indonesia dapat mewujudkan perdamain negeri ini. *lao

Sabtu, 15 Oktober 2011

Malam yang cukup dingin untuk hari ini, Jumat 14 Oktober 2011, berada di dalam sebuah forum diskusi para mahasiswa PENS-ITS PVB Kota Mojokerto. Terdengar sayup-sayup ketika Bapak Ali Basyah, ST., memberikan pengetahuan tentang Representasi Penyimpanan Data pada komputer. Bukan karena suara beliau yang pelan atau kurang jelas, tapi karena badan ini sudah mulai merasa payah, ditambah lagi dengan perut kekenyangan dan suasana dingin yang cocok sekali sebagai penghantar tidur. Bayangkan saja dari pagi sampai sore kerja, lalu malamnya harus mengikuti mata kuliah. “Bagaimana tidak capek?”

Bapak Ali Basyah, ST. Ini menurutku orangnya condong ke dunia usaha. Beliau selalu membumbui materi yang dibawakan dengan perkembangan dunia usaha. Contohnya pada malam ini mata kuliah yang disampaikannya mengenai Pengenalan Komputer dan Perangkat Lunak serta representasi Penyimpanan Data pada Komputer. Tentu tidak akan ketinggalan pandangannya tentang kemajuan dan perkembangan dunia usaha terutama untuk Indonesia.

“Kenapa kita sampai kalah dengan Singapura? Kenapa kita mau kalah dengan Malaysia?” demikian kalimat-kalimat Bapak Ali Basyah, ST. yang saya ingat. “Padahal orang-orang mereka itu banyak yang berasal dari Indonesia.” Sambungnya.

Kalau menurut saya mungkin karena pengaruh gaji yang diberikan oleh negara-negara tetangga pada saudara kita. Siapa sih yang tidak ngiler diiming-imingi segudang uang? Tapi kalau dipikir-pikir lagi, Indonesia pastinya tidak akan pelit untuk menghargai ilmu yang dimiliki warganya sendiri. Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan saudara-saudara kita yang memiliki kelebihan ilmu pengetahuan lebih memilih memajukan negeri orang dibanding negeri sendiri?

Selepas dari hal tersebut diatas, saya merasa beruntung bisa berada diantara para penghuni PENS-ITS PVB Kota Mojokerto ini. Jika sebelumnya saya merasa besar dengan nama yang cukup terkenal di kampung halaman, “Siapa sih yang nggak kenal dengan Andre Lao?”, mungkin demikian kebanggaan saya, namun setelah berada di tengah-tengah orang yang berwawasan tinggi seperti beliau, saya jadi merasa bodoh.

Seperti apa kata Pak Ali Basyah, ST., ”Orang belajar itu jadi tambah bodoh.” Karena kita akan semakin tahu masih banyak hal di luar sana yang belum kita ketahui.